IKAN DEWA (Labeobarbus douronensis)

Planet Studi Sains (Plassa) ~ Ikan Dewa (Labeobarbus douronensis) adalah salah satu spesies unik dan penting yang hidup di kolam air tawar. Ikan ini di daerah Jawa Barat memiliki nama lokal sebagai Ikan Kancra Bodas yang merupakan ikan air tawar endemik yang hanya hidup di wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Secara umum ikan kancra bodas / ikan dewa memiliki gambaran morfologi yang mirip dengan ikan mas. Karakteristik utama dari genus Labeobarbus adalah keberadaan dan ukuran cuping pada bibir bawah untuk membedakan dengan jenis-jenis Cyrinidae lainnya.

Morfologi dan Sebaran
Ikan Dewa (Labeobarbus douronensis)Kottelat (1993) telah merevisi nama genus Labeobardus menjadi Tor yang memiliki ciri-ciri jari-jari sirip punggung yang licin, kepala tidak berkerucut dan antara garis rusuk dan sirip punggung terdapat tiga setengah baris sisik. Menurut Haryono (2006) di seluruh dunia terdapat 20 jenis kerabat ikan Labeobardus. Wilayah penyebaran mulai dari Trans Himalaya (Pakistan, Nepal, India dan Myanmar) dan di kawasan Asia Tenggara seperti Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Malaysia, Kalimantan, Sumatra dan Jawa. Jenis Tor di perairan hulu Kalimantan Tengah yaitu tambara. Habitat Tor memilki habitat yang spesifik mulai sungai-sungai di pegunungan hingga sungai-sungai pada dataran tinggi dengan dasar berbatu, memiliki kandungan air yang cukup sejuk dan oksigen yang tinggi (Shrestha, 2005).

Kottelat et al (1993) menegaskan bahwa ikan genus labeobarbus pada umumnya merupakan jenis yang terancam punah karena kerusakan hutan dan penangkapan yang berlebihan. Pada jenis ikan Labeobarbus soro sudah termasuk pada ikan terancam punah oleh IUCN. Penebangan hutan yang tidak terkendali sangat mempengaruhi kelangsungan hidup ikan Tor ini karena habitatnya yang spesifik yang hanya hidup di daerah hulu sungai serta memiliki air yang cukup kuat, warna air jernih, memiliki kandungan oksigen yang tinggi serta suhu air sejuk dengan dasar perairan yang berbatu (Kiat, 2004, Nontji, 1992). Adanya penebangan hutan yang tidak terkendali menyebabkan terjadinya penurunan debit mata air sehingga terjadi penurunan ketinggian air yang ada di kolam-kolam alami tempat ikan dewa ini. Hal ini terlihat dari penurunan jumlah populasi di kolam-kolam seperti pada objek wisata Cigugur, Cibulan, Pasawahan dan Darmaloka masing-masing sebanyak 5.000, 4.800, 2.400 dan 2.000 ekor.

Taksonomi
Kelas         : Teleostei
Ordo          : Cupriniformes
Sub ordo    : Cyprinoidea
Famili         : Cyprinidae
Sub famili   : Cyprininae
Genus        : Labeobarbus (Tor)
Spesies      : Labeobarbus douronensis

Related posts:

2 komentar:

  1. tapi saya tetap tidak bisa sudah berkali- kali di rubah..

    BalasHapus
  2. halo mas memet, terkait artikel mengenai ikan dewa ini, bolehkan saya mengetahui judul dari sumber referensi yang anda cantumkan? terima kasih

    BalasHapus

Terimakasih atas kunjungan anda.