Musyawarah Ala Semut

Musyawarah Ala Semut ~ Plassa (Planet Studi Sains). Semut sebagai hewan kecil yang hidup berkelompok memiliki kebiasaan bermusyawarah. Ketika semut dihadapkan dengan banyaknya suara dan informasi, mereka akan berpaling pada keputusan kelompok. Misalnya, dalam menentukan lokasi rumah.

Semut menggunakan sistem rumit berupa pengiriman pengintai untuk mencari lokasi. Ketika para pengintai kembali, mereka melaporkan hasil temuannya pada koloni. Penelitian yang dilakukan tim peneliti Universitas Arizona, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa para semut ini menggunakan hubungan kimia dan interaksi kerja antara semut koloni itu. "Mereka memiliki otak kecil, tapi tetap mampu bekerja sama," ujar Stephen C. Pratt, anggota tim peneliti.

Semut yang terlibat dalam penelitian ini adalah semut merah Temnothorax rugatulus yang memiliki panjang tubuh seperempat sentimeter. Mereka hidup di celah-celah antara batu di hutan Amerika Serikat barat dan sebagian Eropa.

Pratt mengatakan, koloni semut ini tak terlalu besar. Hanya terdiri dari beberapa ratus semut pekerja. Semut akan tinggal di daerah di mana potensi sarang sangat banyak. Seekor semut tak bisa membuat keputusan sendiri. "Mereka mendistribusikan tugas antara anggota koloni," ujar Takao Sasaki, peneliti lain. Laporan penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Current Biology edisi terbaru.

Menurut Pratt dan Sasaki, semut mengirim pengintai untuk memeriksa beberapa situs rumah potensial. Mereka mencermati beberapa hal, seperti ukuran pintu masuk dan seberapa besar rongga tersebut.

Jika semut menyukai apa yang ia lihat, ia akan kembali ke koloni. Semut ini mengirimkan pesan feromon, yang kira-kira mereka mengatakan, "Ikuti aku." Semut lain akan bergabung dengan barisan berjalan. Semut ini mengajak temannya untuk keluar dan menilik situs yang menurut dia potensial tersebut.

Jika semut kedua menyukai apa yang dia lihat, dia akan kembali ke koloni dan mengulangi proses untuk membawa kembali semut lain. Jika dia tak suka, dia hanya akan kembali. Jika semut menyukai tempat itu dan telah memenuhi kuorum koloni, rumah itu menjadi tempat hunian baru bagi mereka.

Para pengintai ini mengambil pasangan mereka dan membawanya ke rumah baru. Juga mengambil ratu untuk berada di sarang mereka. "Ini keputusan bersama," kata Pratt.

Sumber: Tempo.co

Related posts:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih atas kunjungan anda.